1. Kejari Bekasi Tahan Pengusaha Terkait Kasus
Telematika
BERITABEKASI.CO.ID,
BEKASI SELATAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi menahan satu tersangka lagi
berinisial TK ke Lapas Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat,
Jumat (12/09/2014) sore.
Penahanan
TK ini merupakan hasil pengembangan Kejari Bekasi yang menangani penanganan
perkara kasus tindak pidana korupsi pengadaan software antivirus yang
sebelumnya sudah menahan tersangka Kepala Bagian Telematika Setda Kota Bekasi,
Sri Sunarwati (SS) Jum’at (05/09/2014) lalu.“Sudah ditetapkan satu tersangka
baru berinisial TK sebagai direktur PT KKK, kami tahan setelah kami periksa
sejak pukul 09.00-15.00 WIB,” ujar Kasi Pidsus Kejari Bekasi, Eri Sarifah,
Jumat (12/09/2014).
Peran
tersangka TK ini, lanjut Eri, adalah menyediakan pengadaan barang yang tidak sesuai
dengan perjanjian. Tersangka TK ini dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001
tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Eri
juga mengatakan, pihaknya telah memeriksa dua orang saksi dari lingkungan
Pemerintah Kota Bekasi namun masih dirahasiakan nama kedua saksi tersebut.
Hingga
saat ini, baru dua tersangka yang ditahan Kejari Bekasi yang tersandung kasus
ini. Diberitakan sebelumnya, Kejari Bekasi telah menahan Kabag Telematika Setda
Kota Bekasi, SS dengan status tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan software
antivirus komputer senilai Rp 771 juta dalam APBD 2013.
Tanggapan :
Setelah
saya membaca studi kasus mengenai penahanan yang dilakukan oleh Kejari Bekasi
kepada Pengusaha terkait kasus Telematika ini, menurut saya kasus seperti ini
sudah banyak terjadi di lingkungan daerah ataupun pusat terlebih lagi tentang
pengadaan barang dan jasa. Sejujurnya saya sudah sering melihat di berita
bagaimana cara pelancaran pemenangan pengadaan barang dan jasa, ada yang telah
diselipkan berupa uang tunai atau berupa surat sebidang tanah yang biasanya
diberikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen pada suatu Kantor.
Walaupun
saya tidak begitu tahu tentang kasus ini, tetapi setelah saya mencari-cari
referensi berita mengenai kasus ini di situs berita lain, ada dua variasi
penjelasan mengenai kasus ini, yang pertama yaitu dari Kejaksaan Negeri Bekasi.
Kejari Bekasi telah mengklaim adanya
dugaan korupsi pengadaan software antivirus komputer senilai Rp 771 juta dalam
APBD 2013 dan sudah menahan Kabag Setda Kota Bekasi, SS. Kemudian yang kedua
dari RRA (selaku kuasa hukum tersangka korupsi) yang saya kutip dari
http://beritabekasi.co/page/kanal/?id=6406&subid=61&kanal=stop-press&alias=Kasus%20Pengadaan%20Software%20Antivirus%20Harus%20Dilihat%20Secara%20Objektif%20&page=detil.
Saya
mengambil kesimpulan dari penjelasan kuasa hukum tersebut, bahwa tidak mungkin
hanya pengadaan software antivirus komputer saja, bisa menelan biaya mencapai
Rp 771 juta. Salah satu contoh antivirus yang saya tau yaitu Kaspersky,
Kaspersky sendiri membandrol harga software anti virusnya dari harga Rp 89.000,
apabila kantor tersebut yang berisikan 250 PC memakai software tersebut. Bisa
diperhitungkan berapa pengeluaran yang dikeluarkan kantor itu untuk membeli
software ini. Jadi menurut saya mungkin tidak hanya dari bagian software anti
virus nya saja, bisa jadi keseluruhan dari spek di PC tersebut diganti menjadi
yang baru.
Ya semoga saja semua pelaku yang berhubungan dengan
kasus korupsi ini bisa tertangkap dan diberikan hukuman yang pantas. Hukum di
Indonesia harus tegas. Terima Kasih
Sumber :
http://beritabekasi.co.id/2014/09/kejari-bekasi-tahan-pengusaha-terkait-kasus-telematika/
2. 9 Kota di
Indonesia Menuju Smart City
Jakarta -
Inisiatif mewujudkan smart city atau kota pintar semakin gencar dilakukan.
e-Indonesia Initiatives Forum yang dikawal Suhono Harso Supangkat mengatakan
sejauh ini 9 kota di Indonesia sudah bersiap menjadi smart city.
"Kami
bekerjasama dengan Telkom grup punya tahun ini rampung mengukur kematangan 9
kota. Kita melihat kesiapannya dan komitmen pemimpin daerahnya. Itu di Jakarta,
Bogor, Bandung, Depok, Aceh, Makassar, Balikpapan, Sleman, Banyuwangi,"
kata Suhono ditemui di sela seminar ICT Outlook 2015-2020 di Auditorium
Indosat, Jakarta.
Dikatakan salah
satu Guru Besar ITB ini, e-Indonesia Inisiatif Forum bersama Telkom pada
Januari 2015 akan mulai mengimplementasikan sejumlah platform smart city.
Jakarta, Bandung dan Bogor bakal menjadi sasaran pertama, menyusul kota-kota
lainnya.
"Konsep dan
desain sudah matang. Di setiap kota ini nantinya akan ada ruangan dan platform
smart city. Kita berikan suatu modul dan basic operation room-nya. Nanti akan
dikembangkan sesuai kebutuhan setiap kota. Jadi soal jalanan macet, banjir,
kesehatan, pendidikan, masalah sampah itu bisa dipantau di sini,"
terangnya.
Dikatakan Suhono,
konsep utama smart city adalah sensing, understanding dan acting. Pada intinya
adalah, dengan mengetahui permasalahan kota secara real time, kemudian
direspons secara cepat sehingga masalah tersebut segera ditindaklanjuti.
"Di Bandung baru akan diresmikan Januari. Operation room-nya
itu dinamakan sebagai command center. Di Jakarta masih mencari tempatnya, tapi
kemarin Pak Ahok (Gubernur Jakarta) sudah mulai implementasi aplikasi untuk
para Lurah supaya mereka itu laporan apapun cepat menanggapi via
smartphone," paparnya.
Dalam kesempatan
ini, pria yang berdomisili di Bandung ini juga mengemukakan tujuh hal yang
menjadi sorotan forum ini dalam upaya mewujudkan smart city. Di dalamnya,
termasuk pemanfaatan 4G dan Indonesia Broadband Plan 2014-2019.
Kedua, adalah
perhatian terhadap masalah efektivitas, keamanan, kecepatan dan kecerdasan
(server) dan sistem layanan di data center dan cloud computing. Penggunaan
perangkat berbasis Internet protocol (IP) seperti Internet of Things dan
Machine to Machine (M2M) menjadi perhatian ketiga. Hal keempat, implementasi
e-government, smart city, smart maritime dan lainnya.
Kelima adalah peningkatan kapasitas industri dalam negeri dari
sisi konten kreatif, perangkat dan sistem. Poin keenam adalah pengembangan SDM.
Dan terakhir, kedaulatan ICT dalam kenegaraan.
Tanggapan :
Setelah saya
membaca studi kasus mengenai 9 Kota di Indonesia Menuju Smart City, menurut
saya apabila ada inisiatif seperti pemajuan kota seperti smart city ini, akan
memudahkan semua aktivitas para warga. Disebutkan diatas mulai dari masalah
kependudukan, perkotaan hingga aktivitas yang berhubungan dengan keuangan,
semuanya akan terpantau dari suatu ruangan yaitu Command Center. Command Center
ini merupakan ruangan tempat center (utama) database yang mungkin akan
menghasilkan output / keluaran berupa informasi mengenai permasalahan suatu
daerah yang akan langsung diberikan kepada Pemerintah.
Contoh
studi kasus diatas adalah contoh smart city yang sudah direalisasikan di
Bandung, Jawa Barat, Namun Jakarta pun sudah mulai untuk membangun platform
Smart City ini, contohnya saja yang saya dapat di berita yaitu Smart City QLUE
untuk warga dan kedua adalah Smart City CROP yang diperuntukkan bagi jajaran
PNS dan pegawai di Pemprov DKI. Kemudian warga dapat melihat CCTV yang berada
di jalan raya dan fasilitas umum melalui Smart City dengan website
smartcity.jakarta.go.id.
Semoga dengan adanya inisiatif untuk membangun Kota lebih maju
dengan diterapkannya Smart City ini, akan memberikan dampak positif untuk
masyarakat nya terutama dibagian kependudukan. Terima kasih
Sumber :
3. Motorola
Siapkan Moto E Generasi Kedua, Inilah Bocoran Spesifikasinya
Setelah sukses
mengeluarkan suksesor Moto G versi original dengan nama Moto G (2014) alias
Moto G generasi kedua, kini Motorola kabarnya tengah mempersiapkan suksesor
dari seri Moto E alias Moto E generasi kedua. Kemungkinan, ponsel ini juga akan
diberi nama Moto E (2014) seperti penamaan kakaknya.
Motorola Moto E
(2014) ini kabarnya akan membawa berbagai pembaruan fitur dan spesifikasi
dibandingkan Moto E versi original. Berdasarkan rumor terbaru yang beredar,
Moto E (2014) ini akan membawa layar berukuran 4,5 inch beresolusi 540x960
piksel, kamera utama 5 MP dengan LED flash, dan konektifitas LTE.
Sayangnya, tidak
disebutkan mengenai chipset yang akan digunakan. Namun diperkirakan, Moto E
(2014) ini akan memakai Qualcomm Snapdragon 400 atau 410 dengan 4 buah inti
(quad-core) plus dukungan RAM sebesar 1GB.
Selain itu,
Motorola Moto E (2014) kabarnya sudah akan dibekali dengan sistem operasi Android
5.0 Lollipop dari dalam dus, sehingga para pembeli Moto E (2014) tidak perlu
bersusah-payah untuk melakukan update terlebih dahulu.
Kita nantikan saja kehadirannya.
Tanggapan :
Setelah saya
membaca studi kasus diatas mengenai persiapan Moto E (generasi kedua) dan
bocoran spesifikasi buatan motorola ini, menurut saya dengan adanya kemunculan
ponsel Moto E (generasi kedua) ini, bukan tidak mungkin akan membawa perubahan
pada tingkat keminatan konsumen yang sebelumnya telah membeli Moto E (generasi
pertama), akan berpikir dua kali untuk membeli ponsel ini juga. Dikarenakan
Moto E (generasi kedua) ini telah dilengkapi beberapa kelebihan dari
pendahulunya yaitu Moto E (generasi pertama), contohnya saja dari layar, moto e
mempunyai layar 4,3 inchi, sedangkan Moto E (generasi kedua) akan dibekali
dengan layar berukuran 4.5 inchi yang secara langsung akan membuat nyaman para
konsumen bila ingin menonton video atau streaming. Selanjutnya yaitu chipset
yang digunakan, Moto E (generasi kedua) ini akan dilengkapi dengan chipset
Qualcomm Snapdragon 400 atau 410 yang mengusung prosesor quad-core ARM
Cortex-A53 berkecepatan 1,2GHz yang dipadukan dengan memori RAM sebesar 1GB dan
didukung oleh pengolah grafis dari Adreno 306. Perbedaan yang paling saya
minati yaitu dari chipset Qualcoom Snapdragon 400, prosesor quad-core ARM
Cortex-A53 dan juga Moto E (generasi kedua) ini dibandingkan pendahulunya
adalah hadirnya dukungan 4G LTE dan menggunakan sistem operasi Android 5.0
Lollipop.
Semoga kehadiran ponsel ini lebih cepat, karena saya juga ingin
membeli ponsel ini. Terima Kasih
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar